11 November 2025 / Promo Terbaru
Arisan Berkah BMT THS
Kapan Lagi Arisan Bisa Bawa Pulang Honda PCX!
BMT Tunas Harapan Syantara (BMT THS) menghadirkan Program Arisan Berkah, solusi menabung bersama yang ringan, aman, dan berpeluang mendapatkan hadiah spektakuler.
Dengan iuran hanya Rp100.000 per bulan, Anda bisa menikmati manfaat simpanan berjangka sekaligus berkesempatan membawa pulang 1 Unit Honda PCX dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Program ini dirancang sebagai bentuk layanan finansial syariah yang aman, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi anggota.
Apa Itu Arisan Berkah BMT THS?
Arisan Berkah adalah program simpanan berjangka dengan akad Mudharabah, di mana peserta menyetorkan dana secara rutin setiap bulan dan mendapatkan kesempatan mengikuti undian hadiah di akhir periode.
Selain berpeluang mendapatkan hadiah, peserta akan memperoleh bagi hasil serta saldo rata-rata yang diberikan setelah periode arisan berakhir.
Program ini sangat cocok untuk Anda yang ingin menabung secara teratur, sambil menikmati peluang hadiah besar tanpa mengurangi nilai simpanan Anda.
Syarat dan Ketentuan Arisan Berkah BMT THS
Terdaftar sebagai anggota BMT THS
Akad Mudharabah
Nisbah bagi hasil: 90:10
Setoran arisan: Rp100.000 per bulan
Jangka waktu: 24 bulan (Desember 2025 – Desember 2027)
Peserta boleh mengikuti lebih dari satu nomor arisan
Peserta aktif hingga akhir periode berhak mengikuti pengundian hadiah
Peserta mendapatkan bagi hasil sesuai saldo rata-rata (diterima di akhir periode)
Peserta yang tidak membayar iuran 3 kali dianggap tidak aktif/keluar
Peserta tidak aktif tidak mendapatkan bagi hasil dan tidak berhak mengikuti undian hadiah
Pembagian uang arisan dilakukan setelah periode berakhir (bulan ke-25)
Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang
Buruan Daftar Sebelum Kehabisan Lot Arisan!
Syarat Mengikuti Arisan Berkah BMT THS
- Menjadi anggota aktif di BMT THS
- Melakukan setoran Arisan Rp. 100.000 setiap bulan selama 24 bulan
- Jika belum terdaftar sebagai anggota silahkan mengisi form pendaftaran anggota terlebih dahulu